SERUMPUN.ID - Kabar baik itu datang dalam bentuk angka yang mencengangkan. Badan Pusat Statistik baru saja merilis data teranyar yang mencatat perekonomian Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Triwulan I 2026 melesat tumbuh sebesar 13,64 persen secara tahunan.
Angka ini menempatkan NTB di posisi kedua dengan laju pertumbuhan tertinggi secara nasional, jauh melompati rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen. Geliat ini terasa di berbagai lini, mulai dari aktivitas hilirisasi pada industri pengolahan logam dan pemurnian yang tumbuh besar hingga 60,25 persen, deru sektor pertambangan yang bangkit sebesar 31,80 persen, hingga aktivitas pasar, pariwisata, dan UMKM yang kembali berdenyut.
Angka-angka statistik ini bukan fatamorgana. Ia adalah cerminan dari kapasitas ekonomi daerah yang menguat dan proses transformasi yang mulai terlihat. Pertumbuhan ekonomi bukan hanya urusan statistik, tetapi juga urusan rasa percaya diri publik. Lompatan yang tinggi dari kondisi Triwulan I 2025 yang sempat terkontraksi minus 1,47 persen ini membuktikan satu hal: NTB memiliki daya resiliensi yang luar biasa untuk bergerak maju.
Namun, di tengah capaian yang gemilang ini, ruang publik kita sering kali terbelah menjadi dua kutub ekstrem. Ada yang terlalu sinis dan menganggap angka belasan persen itu hanya bualan di atas kertas. Ada pula yang terlalu puas hingga terjebak dalam euforia yang melalaikan. Kedua sikap ini sama-sama tidak produktif.
Kabar baik ekonomi tidak boleh dimatikan oleh sinisme, tetapi juga tidak boleh dibiarkan menjadi euforia kosong. Kita harus membaca pertumbuhan ini dengan matang. Jika kita membedah postur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB saat ini, kontributor utama lonjakan fantastis tersebut nyatanya masih sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti lonjakan ekspor luar negeri pasca relaksasi konsentrat tambang serta operasional industri pengolahan skala besar.
Sifat dari pertumbuhan yang ditopang sektor padat modal seperti ini adalah agregat. Ia dapat mengangkat angka makro secara cepat, tetapi belum tentu otomatis mengalir merata ke ruang hidup masyarakat.
