9 Update Perang AS Vs Iran: Teheran Melawan, Trump Uring-uringan Lagi Baca artikel CNBC Indonesia "9 Update Perang AS Vs Iran: Teheran Melawan, Trump Uring-uringan Lagi"

9 Update Perang AS Vs Iran: Teheran Melawan, Trump Uring-uringan Lagi  Baca artikel CNBC Indonesia

SERUMPUN.ID - Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat di tengah upaya diplomasi yang belum membuahkan kesepakatan final antara Amerika Serikat dan Iran. Meski jalur negosiasi masih terbuka melalui mediator internasional, ancaman serangan militer, gangguan pelayaran di Selat Hormuz, hingga pengerahan kapal perang terus memperbesar risiko eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, situasi makin rumit setelah Presiden AS Donald Trump secara terbuka menolak respons terbaru Iran atas proposal perdamaian Washington. Di saat yang sama, negara-negara Barat mulai mempersiapkan skenario pengamanan jalur perdagangan global melalui Selat Hormuz, yang selama ini menjadi titik krusial distribusi minyak dan gas dunia.

Sementara itu, Iran tetap menunjukkan sikap keras dengan memperingatkan Inggris dan Prancis agar tidak mengirim kapal perang ke kawasan tersebut. Bentrokan tidak langsung juga terus terjadi, termasuk serangan drone di wilayah Teluk, sementara Israel menegaskan perang belum berakhir selama program nuklir Iran masih berjalan.
 

Berikut perkembangan terkini konflik di Timur Tengah sebagaimana dikutip dari AFP, Senin (11/5/2026).

Trump Tolak Respons Perdamaian Iran
Presiden Donald Trump pada Minggu mengatakan dirinya telah menolak respons Iran terhadap proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Ia menyebut jawaban Teheran sebagai sesuatu yang "sama sekali tidak dapat diterima".

"Saya baru saja membaca respons dari apa yang disebut 'Perwakilan' Iran. Saya tidak menyukainya -- SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA!" tulis Trump di platform Truth Social miliknya tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Inggris dan Prancis Gelar Pertemuan soal Hormuz
Inggris dan Prancis akan menjadi tuan rumah pertemuan multinasional para menteri pertahanan pada Selasa untuk membahas rencana militer memulihkan arus perdagangan melalui Selat Hormuz, kata pemerintah Inggris.

"Menteri Pertahanan John Healey akan memimpin bersama pertemuan lebih dari 40 negara, bersama mitranya dari Prancis, Menteri Catherine Vautrin, untuk pertemuan pertama para Menteri Pertahanan dalam misi multinasional ini," demikian pernyataan kementerian pertahanan Inggris pada Minggu.

Peraih Nobel Iran Dibebaskan dengan Jaminan
Otoritas Iran membebaskan peraih Nobel Perdamaian Narges Mohammadi dengan jaminan setelah meningkatnya kekhawatiran atas kondisi kesehatannya. Para pendukungnya mengatakan Mohammadi telah dipindahkan ke Teheran untuk menjalani perawatan medis.

Setelah 10 hari dirawat di rumah sakit di Zanjan, Iran utara, tempat ia menjalani hukuman, Mohammadi "diberikan penangguhan hukuman dengan jaminan besar," kata yayasannya dalam sebuah pernyataan.

Trump Akan Tekan Xi Jinping soal Iran
Trump diperkirakan akan menekan Presiden China Xi Jinping terkait Iran saat kunjungannya ke Beijing pekan ini, kata seorang pejabat senior pemerintahan AS pada Minggu, ketika pemimpin AS itu berupaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

"Saya memperkirakan presiden akan memberikan tekanan," kata pejabat tersebut dalam percakapan dengan wartawan dengan syarat anonim. Ia menambahkan Trump sebelumnya juga telah melakukan hal serupa dalam percakapan dengan Xi.

Iran Kirim Respons ke AS
Iran telah mengirimkan respons terhadap proposal AS untuk mengakhiri perang di kawasan melalui Pakistan, lapor media pemerintah Iran.

"Republik Islam Iran hari ini (Minggu) melalui mediator Pakistan mengirimkan respons terhadap teks terbaru yang diusulkan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang," demikian laporan kantor berita resmi IRNA tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menulis di platform X: "Kami tidak akan pernah tunduk kepada musuh, dan jika ada pembicaraan atau negosiasi, itu tidak berarti menyerah atau mundur."

Iran Peringatkan Inggris dan Prancis
Iran memperingatkan Inggris dan Prancis bahwa angkatan bersenjatanya akan meluncurkan "respons yang tegas dan segera" jika kedua negara itu mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.

London dan Paris telah mengirim kapal ke kawasan tersebut sebagai bagian dari upaya internasional untuk mengamankan jalur strategis itu jika nantinya tercapai kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran.

Serangan Drone di Kawasan Teluk
Drone diluncurkan ke beberapa target di kawasan Teluk pada Minggu, dengan salah satunya menghantam kapal kargo yang berlayar menuju Qatar dari Abu Dhabi.

Kementerian pertahanan Qatar mengatakan kebakaran kecil terjadi di kapal komersial tersebut, namun tidak ada korban jiwa.

Militer Kuwait juga mengatakan pihaknya berhasil menggagalkan serangan drone saat fajar.

Netanyahu Sebut Perang "Belum Berakhir"
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan stok uranium Iran harus "dikeluarkan" sebelum perang AS-Israel melawan Iran dapat dianggap selesai.

"Ini belum berakhir karena masih ada material nuklir, uranium yang diperkaya, yang harus dikeluarkan dari Iran. Masih ada fasilitas pengayaan yang harus dibongkar," kata Netanyahu kepada program "60 Minutes" milik CBS News.

Iran Ancam Target AS
Korps Garda Revolusi Islam Iran mengancam akan menargetkan fasilitas AS di Timur Tengah dan "kapal-kapal musuh" jika kapal tanker mereka diserang, lapor media Iran.

"Setiap serangan terhadap kapal tanker dan kapal komersial Iran akan mengakibatkan serangan besar terhadap salah satu pusat Amerika di kawasan dan kapal-kapal musuh," katanya, sehari setelah serangan AS terhadap dua kapal tanker Iran di Teluk Oman.

Berita Lainnya

Index