PLN UID Suluttenggo Salurkan Bantuan Sosial dan Perkuat Potensi Wisata Kreatif di Tolitoli

PLN UID Suluttenggo Salurkan Bantuan Sosial dan Perkuat Potensi Wisata Kreatif di Tolitoli

SERUMPUN.ID - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) melaksanakan rangkaian aksi sosial dan penguatan sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, Kamis (07/05/2026).

Melalui kolaborasi Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK) serta Srikandi PLN, kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Kartini 2026 yang menyasar pemberdayaan masyarakat lokal.

Agenda pertama dimulai dengan kunjungan kemanusiaan ke Yayasan Ihsanul Ummah di Desa Buntuna. Dalam kunjungan tersebut, rombongan yang dipimpin oleh Ketua PIKK UID Suluttenggo menyerahkan bantuan tali kasih secara langsung kepada anak-anak yayasan.

 

Penyerahan bantuan ini bertujuan untuk memberikan dukungan moril dan materiil sekaligus mempererat hubungan humanis antara PLN dan masyarakat di wilayah kerja mereka.

Setelah agenda sosial di Desa Buntuna, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Malangga. Desa ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kreatif yang tengah berkembang di Kabupaten Tolitoli.

Kunjungan tersebut difokuskan pada pemetaan potensi ekonomi kreatif yang nantinya akan disinergikan dengan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) milik PLN.

Selama berada di Desa Malangga, para personel Srikandi PLN dan anggota PIKK melakukan dialog intensif dengan para pengrajin serta pengelola wisata setempat. Langkah ini diambil untuk memahami secara mendalam tantangan teknis maupun manajerial yang dihadapi warga dalam mengembangkan potensi lokal. PLN menilai peran perempuan memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan kualitas manajemen wisata desa.

General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menyatakan inisiatif ini merupakan bukti nyata bahwa peran perempuan di lingkungan PLN semakin strategis. Ia menegaskan perempuan tidak hanya berperan di ranah administratif, melainkan juga menjadi motor penggerak transformasi sosial dan pemberdayaan ekonomi di tengah masyarakat.

 

“Srikandi bukan hanya simbol kekuatan, tetapi juga refleksi dari ketangguhan, ketulusan, dan kecerdasan perempuan dalam menghadapi tantangan zaman. Di PLN, kami memberikan ruang seluas-luasnya bagi perempuan untuk berkarya,” ujar Usman Bangun dalam keterangannya terkait kegiatan tersebut.

Lebih lanjut, Usman menambahkan kunjungan ke Tolitoli ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, kolaborasi internal antara pegawai dan organisasi istri karyawan menjadi kekuatan tambahan bagi PLN dalam menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PIKK UID Suluttenggo, Sarohatta Usman, menjelaskan bahwa momentum Hari Kartini harus dimaknai dengan aksi nyata yang langsung menyentuh akar rumput.

Ia ingin kehadiran perempuan PLN dapat memberikan inspirasi bagi kaum perempuan di perdesaan agar lebih mandiri secara finansial melalui pemanfaatan potensi wisata.

“Kami ingin memastikan kehadiran perempuan PLN (Srikandi) dan PIKK membawa dampak positif, baik melalui bantuan sosial maupun dukungan bagi penggerak ekonomi kreatif di desa. Kami ingin perempuan-perempuan di desa juga terinspirasi untuk mandiri secara ekonomi,” jelas Sarohatta Usman.

 

Kehadiran tim PLN disambut positif oleh tokoh masyarakat dan pengelola wisata di Tolitoli. Melalui dukungan ini, Desa Malangga diproyeksikan menjadi ikon wisata kreatif baru di Sulawesi Tengah.

Sinergi antara korporasi dan komunitas lokal ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru serta memperkuat ekosistem pembangunan daerah berbasis kemandirian warga. (**)

Berita Lainnya

Index