SERUMPUN.ID - Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi menyerukan diakhirinya segera permusuhan di Timur Tengah. Ini disampaikannya saat bertemu Menlu Iran Abbas Araghchi yang berkunjung ke Beijing. Wang juga menyerukan agar Iran dan Amerika Serikat membuka kembali Selat Hormuz "sesegera mungkin".
Pertemuan antara Wang dan Araghchi itu, seperti dilansir AFP, Rabu (6/5/2026), digelar di ibu kota China pada Rabu (6/5) waktu setempat. Dalam pertemuan itu, Wang juga meminta agar negosiasi damai antara Teheran dan Washington, yang terhenti beberapa waktu terakhir, kembali dilanjutkan.
Pertempuran antara AS dan Israel melawan Iran, yang dimulai pada 28 Februari lalu, ditangguhkan setelah gencatan senjata selama dua minggu diumumkan pada 7 April lalu, yang kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump hingga jangka waktu yang tidak ditentukan.
"China menganggap bahwa penghentian pertempuran secara menyeluruh harus dicapai tanpa penundaan, bahwa memulai kembali permusuhan bahkan lebih tidak dapat diterima, dan bahwa melanjutkan negosiasi tetap penting," kata Wang dalam pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri China usai pembicaraan dengan Araghchi.
Wang, menurut Kementerian Luar Negeri China, juga menyatakan bahwa "China mengharapkan agar pihak-pihak terkait akan menanggapi secepat mungkin, seruan mendesak dari komunitas internasional" untuk dilanjutkannya kembali lalu lintas maritim secara normal dan aman melalui Selat Hormuz.
"Mengenai masalah nuklir, China menyambut baik komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, sambil mempertimbangkan bahwa Iran memiliki hak yang sah untuk penggunaan energi nuklir secara damai," ucap Wang dalam pertemuan dengan Araghchi.
China terkena dampak langsung dari blokade yang menyelimuti Selat Hormuz, jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global.
Menurut perusahaan analisis maritim Kpler, lebih dari separuh minyak mentah yang diimpor melalui laut oleh China, berasal dari Timur Tengah dan sebagian besar transit melintasi Selat Hormuz.
Beijing secara diam-diam telah terlibat dalam upaya menyelesaikan krisis dan diplomasi mereka dianggap memainkan peran penting dalam gencatan senjata rapuh yang disepakati oleh Teheran dan Washington sebelumnya.
"China akan bekerja lebih keras untuk meredakan ketegangan dan mengakhiri pertempuran, terus mendukung peluncuran perundingan damai, dan memainkan peran yang lebih besar dalam memulihkan perdamaian dan ketenangan di Timur Tengah," kata Wang.
