Memurnikan Niat di Tengah Budaya Digital

Memurnikan Niat di Tengah Budaya Digital

SERUMPUN.ID - BUDAYA digital membuat banyak orang terbiasa hidup dalam ruang penilaian. Pencapaian, pilihan hidup, bahkan niat baik sekalipun kerap dikaitkan dengan pengakuan, likes, komentar, dan pencitraan luar. Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan untuk kembali memaknai kebaikan secara lebih jujur menjadi semakin relevan.

Ustaz Jojo membawa pembahasan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu soal penilaian orang lain. Dalam konteks spiritual, kita diajak untuk bukan lagi sibuk terhadap penilaian manusia, melainkan memurnikan niat untuk terlihat baik di mata Tuhan.

"Jika selama ini kita sering sibuk terhadap penilaian manusia, entah itu atasan, pasangan, atau lingkungan pergaulan, sekarang saatnya kita memurnikan niat hanya kepada Allah. Menjadi baik menurut Tuhan itu jalannya sunyi, tidak membutuhkan tepuk tangan atau validasi dari media sosial. Tuhan melihat ke mana arah langkah kakimu, bukan seberapa cepat kecepatanmu," ujar Ustaz Jojo.

Lewat analogi ibadah puasa yang bersifat sangat rahasia dan privat, Ustaz Jojo mengingatkan bahwa esensi kebaikan sejati justru diuji ketika tidak ada manusia lain yang melihat. Puasa menjadi contoh ibadah yang sangat personal, karena hanya diri sendiri dan Tuhan yang benar-benar mengetahui kejujuran seseorang dalam menjalaninya.

Pesan ini terasa kuat di tengah masyarakat modern yang sering kali lelah mengikuti standar kesempurnaan lingkungan. Banyak orang ingin menjadi baik, tetapi masih terjebak dalam kekhawatiran tentang penilaian orang lain. Ada pula yang ingin mengajak pada kebaikan, tetapi ragu karena takut dianggap riya atau pencitraan.

Isu itu menjadi salah satu pembahasan utama dalam platform Dari Sahabat untuk Sahabat yang dihadirkan BCA Syariah melalui tema Aku Ingin Menjadi Siapa yang Baik Menurut Tuhan. Acara yang digelar beberapa minggu lalu ini menjadi ruang percakapan tentang perjalanan spiritual masyarakat modern, terutama dalam menghadapi kelelahan akibat standar kesempurnaan sosial dan validasi digital.

Senior Vice President Dana, Jasa, dan Komunikasi Pemasaran BCA Syariah, Mia Rahma Amalia mengatakan, kampanye Sahabat Berkahmu membawa pesan tentang perjalanan spiritual dari gelap menuju cahaya. "Salah satu kalimat yang paling banyak mendapat respons publik dari video campaign kami adalah, 'Aku ingin menjadi siapa yang baik untuk Tuhan.' Kalimat itu ternyata sangat relate bagi banyak orang. Dari situ kami melihat bahwa pendekatan emosional seperti ini bisa lebih mudah diterima audiens." (I-2)

- Bank Syariah Ingin Menjadi Sahabat Berkah 13/5/2026 22:23 BCA Syariah meluncurkan Sahabat Berkahmu untuk memperkuat layanan digital BSya, kemitraan masjid, dan literasi keuangan generasi muda.

- Baznas dan BCA Syariah Perkuat Pemberdayaan UMKM Mustahik lewat Penyaluran Modal Usaha dan Pelatihan 29/12/2025 22:50 Selain penyaluran modal usaha, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelatihan pengembangan UMKM.

- Perbankan Syariah Kian Menguat, Aset Hampir Sentuh Rp1.000 T 01/11/2025 21:40 OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan dalam beberapa tahun terakhir, industri perbankan syariah di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan.

- Baznas dan BCA Syariah Berkolaborasi Mendorong Kemandirian Ekonomi Mustahik 25/6/2025 15:07 BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama BCA Syariah menggelar Bazar Muharam Mustahik Micropreneur di Kantor Pusat BCA Syariah, Jakarta Timur, Rabut (25/6).

Berita Lainnya

Index