SERUMPUN.ID - DOHA, Qatar menyatakan, upaya untuk mencapai resolusi jangka pendek antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kini telah memasuki tahap lanjut. Draf bahasa kesepakatan disebut tengah beredar di antara kedua pihak melalui para mediator regional, sebagaimana dilansir Euronews. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al Ansari mengungkapkan, negaranya bekerja sama dengan Oman dan Pakistan untuk menjembatani pertukaran ide dan proposal antara Washington dan Teheran.
Menurutnya, seluruh kawasan Timur Tengah kini bekerja sama dengan saling bertukar gagasan guna menghindari eskalasi lebih jauh dan mencari jalan keluar. "Fokus kami saat ini adalah menghindari eskalasi, membuka kembali Selat (Hormuz), dan membuka kembali pintu diplomasi antara kedua pihak," kata Al Ansari kepada wartawan di Doha, Selasa (4/8/2026).
"Kami tengah mengarah pada resolusi diplomatik sebagaimana yang sedang kami bicarakan saat ini. Ada upaya-upaya yang tengah berjalan di lapangan dan berada pada tahap yang cukup maju," lanjutnya. Pernyataan Al Ansari ini menjadi semacam koreksi realitas di tengah klaim yang saling bertolak belakang dari Washington dan Teheran mengenai ada tidaknya perundingan yang tengah berlangsung.
Presiden AS Donald Trump pada Senin (3/8/2026) mengatakan bahwa perundingan tengah berjalan. Dia menyebut langkah diplomatik itu sebagai kesempatan terakhir bagi Iran untuk menandatangani kesepakatan sebelum aksi militer lebih lanjut diambil. Di sisi lain, Iran membantah tengah bernegosiasi dengan AS. Namun, Teheran mengakui tengah melakukan pembicaraan dengan Oman terkait navigasi di Selat Hormuz.
Belum ada jadwal perundingan langsung Al Ansari menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada jadwal perundingan langsung antara AS dan Iran. Meski begitu, para mediator terus menyampaikan ide dan proposal antara kedua belah pihak. Qatar, katanya, tetap berharap pembicaraan bisa segera dilanjutkan dan mendorong tercapainya kesepakatan besar yang akan membantu menciptakan situasi damai di Timur Tengah. Ia juga menyebut bahwa dalam dua pekan terakhir, Oman mengambil peran yang semakin menonjol dalam upaya diplomatik ini, dengan Doha berkoordinasi erat bersama Muskat. "Para mediator, yaitu Qatar, Pakistan, dan kini Oman, semuanya bekerja sama dalam isu ini," ujarnya.
"Kami berkoordinasi sangat erat dengan pihak Oman untuk memfasilitasi pembicaraan antara kedua pihak serta bertukar ide dan draf," lanjutnya. Ketika ditanya apakah sudah ada draf kesepakatan spesifik yang dipertukarkan, Al Ansari tidak memberikan konfirmasi penuh bahwa dokumen lengkap sudah berada di atas meja perundingan.
"Yang biasa terjadi dalam proses semacam ini adalah draf senantiasa dipertukarkan," katanya. "Saya tidak akan mengomentari draf tertentu, tetapi saya bisa mengatakan bahwa bahasa kesepakatan yang mungkin telah disusun dan tengah beredar di antara kedua pihak," lanjutnya.
