SERUMPUN.ID - JAKARTA - PT LAPI ITB merilis hasil kajian terbaru mengenai dampak sosial-ekonomi konektivitas digital di Indonesia.
Kajian tersebut menunjukkan Telkomsel memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan UMKM, hingga pemerataan akses layanan digital nasional.
Kajian dilakukan menggunakan kombinasi analisis data ekonomi, model regresi, dan survei lapangan terhadap pelaku usaha di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Utama PT LAPI ITB Yusmar Anggadinata, mengatakan konektivitas digital kini telah berkembang melampaui fungsi dasar sebagai sarana komunikasi.
“Konektivitas tidak lagi hanya dipandang sebagai layanan, tetapi sebagai infrastruktur ekonomi yang memiliki keterkaitan langsung dengan produktivitas, inklusi, dan pertumbuhan sosial-ekonomi di berbagai daerah,” ujar Yusmar, dalam keterangannya, Senin (25/5).
Berdasarkan hasil kajian, pembangunan infrastruktur Telkomsel dinilai memiliki hubungan langsung dengan peningkatan aktivitas ekonomi regional.
Setiap penambahan satu BTS diperkirakan berkorelasi dengan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp76,19 miliar.
Selain itu, peningkatan penggunaan data sebesar 1 petabyte diperkirakan berkorelasi terhadap peningkatan PDRB sebesar Rp9,44 miliar. Kontribusi sektor tersebut terhadap pendapatan negara pada 2024 juga diperkirakan mencapai Rp36,97 triliun.
Kajian tersebut juga menyoroti dampak digitalisasi terhadap UMKM, khususnya di wilayah nonperkotaan. Berdasarkan hasil survei, adopsi layanan digital berkorelasi dengan peningkatan omzet usaha rata-rata hingga 32 persen.
Tingkat kepuasan pengguna layanan digital di kalangan UMKM juga tercatat mencapai 92 persen. Temuan ini menunjukkan konektivitas digital berperan sebagai katalis dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha lokal.
Dalam aspek pemerataan akses, kajian mencatat sekitar 92,4 persen BTS program BAKTI di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) hingga 2024 didukung kontribusi operator nasional melalui skema Universal Service Obligation (USO).
Tenaga Ahli Utama PT LAPI ITB, Ian Josef Matheus Edward, menegaskan hasil kajian tersebut merupakan estimasi berdasarkan metodologi tertentu dan tidak dimaksudkan untuk mengatribusikan seluruh dampak ekonomi kepada satu pelaku industri.
Kajian juga tidak membandingkan antaroperator, melainkan fokus pada peran konektivitas dalam mendukung pembangunan nasional.
