Cegah Karhutla Sejak Dini, Pemprov Riau Dorong Peran Aktif Desa

Cegah Karhutla Sejak Dini, Pemprov Riau Dorong Peran Aktif Desa
ket foto : Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Riau, Mhd Firdaus

SERUMPUN.ID - Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui penguatan koordinasi hingga ke tingkat desa, tengah dipersiapkan Pemerintah Provinsi Riau. Langkah strategis yang dilakukan adalah melalui rapat koordinasi (rakor) desa yang difokuskan pada pencegahan dini.

Strategi ini menjadi penting mengingat potensi karhutla yang selalu dikhawatirkan saat memasuki musim kemarau. Pemprov Riau menilai, pendekatan tersebut jauh lebih efektif dibandingkan penanganan saat kebakaran sudah terjadi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Riau, Mhd Firdaus, mengatakan bahwa rakor desa yang akan digelar memiliki tujuan utama untuk mencegah terjadinya karhutla di wilayah pedesaan. Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama dibandingkan upaya pemadaman yang memerlukan sumber daya besar.

"Rapat koordinasi desa ini tentu saja sesuai dengan tujuan supaya kebakaran hutan dan lahan kalau bisa jangan sampai terjadilah. Lebih bagus mencegah daripada kita melakukan pemadaman kebakaran hutan," ujarnya di Ruang Rapat Kediaman Wakil Gubernur, Pekanbaru, Selasa (28/04/2026).

Dijelaskan, proses pemadaman karhutla bukan hanya sulit dilakukan, tetapi juga membutuhkan biaya, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit. Kondisi ini seringkali menjadi beban besar bagi pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanggulangan bencana.

"Karena untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan itu memerlukan biaya, tenaga, waktu ekstra. Kemudian kalau sudah ada karhutla lingkungan kita rusak," jelasnya.

Ia juga menerangkan bahwa dampak karhutla tidak hanya terbatas pada kerusakan hutan, tetapi juga berpengaruh luas terhadap kehidupan masyarakat. Mulai dari kesehatan hingga aktivitas ekonomi, semuanya dapat terganggu akibat kabut asap yang ditimbulkan.

"Yang lebih parahnya lagi, karhutla juga bisa berpengaruh terhadap daerah dan ekonomi masyarakat kita. Oleh karena itu, mari kita sama-sama untuk mencegah kebakaran hutan ini jangan sampai terjadi di daerah kita," terangnya.

Lebih lanjut, Firdaus menuturkan bahwa upaya pencegahan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Perlu adanya kolaborasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk di tingkat desa.

"Ya tentu ini tidak hanya kerja daripada pemerintah. Tetapi juga memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat yang ada di Provinsi Riau. Mari kita bersatu mencegah kebakaran hutan dan lahan di daerah yang kita sayangi ini," pungkasnya.

Berita Lainnya

Index