SERUMPUN.ID-Kuasa Hukum Mimi Maisyarah, Ojahan Sinurat beserta pihak keluarga yang jadi korban dugaan malapraktik di Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammadiyah sempat mengatakan jika hasil Patologi Anatomi (PA) pasien tidak diberikan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) RSU Muhammadiyah Medan, Ibrahim Nainggolan, mengatakan setelah pasien operasi, dokter menunjukkan kecurigaan.
"Setelah operasi hasil yang diangkat (Miom), ada kecurigaan dokter sehingga dilakukan pemeriksaan namanya PA," ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Ibrahim mengatakan, waktu pemeriksaan tidak singkat, setidaknya butuh 10 hari untuk hasil PA keluar. Jadi pada saat diberangkatkan untuk rujuk ke rumah sakit lain, memang belum keluar hasil PA.
"Hasil pemeriksaan PA itu setidaknya 10 hari (baru keluar), jadi bukan tidak diberikan (hasil PA). Makanya setelah itu kan mereka dapat (hasil PA), karena memang sudah keluar," katanya.
Ibrahim menyebutkan, setelah hasil PA pasien keluar, baru diketahui pihak dokter jika kondisi pasien tersebut dalam bahasa umumnya juga mengalami kanker.
Sebelumnya, beredar kabar dugaan malapraktik RSU Muhammadiyah Medan kepada Mimi Maisyarah, 48 tahun, yang menjalani operasi Miom 20 Februari 2026 dan tidak diberitahu adanya pengangkatan rahim.
Hal tersebut terungkap lantaran Mimi Maisyarah menjalani rujukan di Rumah Sakit Umum (Haji) Medan, yang turut meminta hasil PA pasien setelah operasi, namun pengakuan keluarga belum ada menerima hasil PA dari RSU Muhammadiyah Medan.
