Penundaan Serangan Terbaru Amerika Serikat Terhadap Iran dengan Alasan Ada Permintaan dari Negara Timur Tengah

Selasa, 19 Mei 2026 | 08:07:46 WIB

SERUMPUN.ID - Konflik di Kawasan Teluk yang dipicu serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran sudah memasuki hari ke-81. Kabar terbaru, Presiden AS, Donald Trump memerintahkan penundaan serangan jilid dua terhadap Iran. Donald Trump beralasan penundaan serangan terbaru itu atas desakan sejumlah negara sekutu di Timur Tengah. Menurut Trump, jalur diplomasi yang mengarah ke perdamaian menemukan sisi positif. Namun, beberapa analis militer menyebut, perintah penundaan serangan terbaru oleh Trump karena Amerika khawatir dengan ancaman Iran yang akan memotong kabel serat optik di bawah Selat Hormuz. Baca Juga: Isu Ancaman Nuklir, Iran Akhirnya Akan Menyerahkan Uranium yang Diperkaya tapi Bukan Kepada Amerika Serikat Donald Trump mengatakan ia menunda serangan yang direncanakan terhadap Iran setelah ada permintaan dari para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Dia menambahkan bahwa "negosiasi serius sedang berlangsung" di balik layar. Komentar tersebut menunjukkan upaya diplomatik yang diperbarui sedang berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran selama beberapa minggu terakhir. Trump kemudian memuji "perkembangan yang sangat positif" dalam pembicaraan dengan Iran, yang meyakinkannya untuk menunda serangan militer yang direncanakan. Baca Juga: Ini Alasan Amerika Serikat Tidak Berani Melakukan Serangan Terbaru, Teheran Ancam Potong Kabel Serat Optik Dia mengatakan sekutu di Timur Tengah mengatakan kepadanya "mereka hampir mencapai kesepakatan" yang akan membuat Iran tanpa senjata nuklir. Berita Pilihan 

Presiden Iran Masoud Pezeshkian membela partisipasi Teheran dalam perundingan sambil menolak anggapan bahwa negara itu mundur di bawah tekanan. "Dialog bukan berarti menyerah," kata Pezeshkian, menambahkan bahwa Iran memasuki negosiasi "dengan bermartabat, berwibawa, dan dengan menjaga hak-hak bangsa".

Sementara ituk Henry Ensher, mantan duta besar AS untuk Aljazair, mengatakan Trump berada di bawah tekanan yang semakin besar untuk tidak melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Iran karena "tidak ada pilihan militer yang baik". Dia mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan skala besar dapat "menimbulkan kritik besar jika gagal mengubah perilaku Iran".***

Terkini