SERUMPUN.ID – US Central Command (CENTCOM) mengungkapkan untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, sejak 2003, tiga kapal induk beroperasi di Timur Tengah pada waktu yang bersamaan.
Komando Pusat Amerika yang beroperasi di Timur Tengah itu memposting informasi keberadaaan 3 kapal induk pada akun @CENTCOM di X, Jumat (24/4).
Tiga kapal induk itu, yang didampingi oleh sayap udara masing-masing, adalah sebagai berikut,
- USS Abraham Lincoln (CVN-72)
- USS Gerald R. Ford (CVN-78)
- USS George H.W. Bush (CVN-77)
“Ini mencakup lebih dari 200 pesawat serta 15.000 pelaut dan mariner,” tulis CENTCOM
Minggu (26/4), militer mengungkapkan detail demonstrasi--yang dilakukan pada bulan Oktober 2025--sistem senjata laser LOCUST di atas salah satu kapal induk tersebut, USS George H.W. Bush.
Dalam sebuah posting minggu ini, AeroVironment (AV) menyatakan bahwa sistem LOCUST Laser Weapon System (LWS) miliknya ditempatkan di atas USS George Bush (CVN-77) pada Oktober 2025.
Sistem tersebut berhasil didemonstrasikan dalam uji tembak langsung, di mana LOCUST dapat melacak, menyerang, dan menetralisir beberapa drone target.
Belum dipastikan apakah LOCUST masih berada di atas USS George H.W. Bush, tetapi sistem ini bisa menjadi lapisan perlindungan tambahan yang berguna, mengingat hari ini diumumkan bahwa kapal tersebut merupakan salah satu dari tiga kapal induk yang saat ini beroperasi di Timur Tengah—untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.
Wakil Presiden Sistem Energi Terarah AeroVironment, John Garrity, sangat antusias terhadap kolaborasi terbaru ini.
“LOCUST memberikan perlindungan efektif di semua domain terhadap ancaman drone yang terus berkembang dengan kecepatan cahaya—di platform apa pun, di domain apa pun, untuk misi apa pun,” kata Garrity.
“Menempatkan LOCUST di kapal dan segera memulai operasi memungkinkan perluasan penggunaan laser berenergi tinggi di seluruh armada tanpa perlu modifikasi kapal yang mahal dan memakan waktu,” jelasnya.
“Demonstrasi sukses ini sebagai “pengubah permainan bagi Angkatan Laut dan keamanan nasional kami,” kata Garrity. (YS/MT)