Pemerintah Diminta Jaga Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Tantangan Geopolitik

Rabu, 27 Mei 2026 | 15:32:41 WIB
ket foto : Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily mengecam penangkapan jurnalis Indonesia oleh Israel.

SERUMPUN.ID - JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, Ace Hasan Syadzily, mendorong pemerintah menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional di tengah situasi geopolitik global yang dinilai semakin tidak menentu. 

Hal itu disampaikan Ace saat membuka Seminar Nasional Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan 27 di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

 "Tentu kita harus terus mendorong agar tren pertumbuhan yang positif ini dapat terus kita jaga dan tingkatkan pada tahun-tahun yang akan datang,” kata Ace, dikutip dari siaran pers, Rabu (27/5/2026).

 pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,6 persen menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas nasional.

 Ia menyebut capaian itu menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kelompok G20. Dalam forum tersebut, Ace menyinggung target pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pengantar ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal di DPR RI pada 20 Mei 2026. 

Ace mengatakan target itu tidak akan mudah dicapai tanpa strategi mitigasi menghadapi dampak geopolitik global dan gejolak pasar keuangan internasional. Karena itu, pemerintah diminta memperkuat koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan.

 Ia juga menekankan pentingnya iklim investasi yang lebih mudah bagi investor untuk menjaga arus modal dan aktivitas ekonomi di dalam negeri. Baca juga: Pesan Prabowo di Seskoad: TNI Harus Adaptif Hadapi Dinamika Geopolitik Global "Kita harus mendorong sinergisitas kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan untuk memperkuat stabilitas di tengah volatilitas pasar keuangan global guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” jelas Ace.

Seminar bertema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dalam Rangka Meningkatkan Ketahanan Nasional di Tengah Dinamika Geopolitik Global” itu menghadirkan sejumlah pejabat dan ekonom. Di antaranya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Anggito Abimanyu, serta Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Todotua Pasaribu. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership.

Terkini