Tingkatkan Ekonomi Keluarga, TP PKK Jateng Perkuat Pendampingan UMKM Lewat Kapulaga

Selasa, 26 Mei 2026 | 10:09:29 WIB

SERUMPUN.ID - SEMARANG – Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah terus mendorong penguatan ekonomi keluarga melalui program Kapulaga (Kelompok Usaha Berbasis Keluarga). Program itu menjadi salah satu strategi pemberdayaan UMKM berbasis rumah tangga, agar lebih berkembang, mandiri, dan berkelanjutan.

Gagasan pembentukan Kapulaga disampaikan Ketua TP PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, saat Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Kapulaga yang digelar secara daring, Senin (25/5/2026).

Nawal mengatakan, sektor UMKM memiliki potensi besar, karena jumlahnya terus meningkat setiap tahun. Hingga 2025, jumlah UMKM di Jateng mencapai sekitar 4,45 juta unit, dan mayoritas dijalankan oleh keluarga. Dari jumlah tersebut, baru 198.780 unit atau 4,47 persen yang telah mendapat pendampingan dari Dinas Koperasi dan UMKM.

Menurutnya, kondisi itu menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menghadirkan inovasi pemberdayaan ekonomi masyarakat, melalui pendekatan berbasis keluarga.

Nawal menuturkan, PKK memiliki kekuatan jaringan hingga tingkat dusun, RW, RT, dan dasa wisma. Sehingga, kekuatan itu dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi keluarga secara lebih masif dan berkelanjutan.

Selama ini, pihaknya telah memiliki program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Untuk memperkuat dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, program Kapulaga dihadirkan sebagai model pemberdayaan baru yang lebih terintegrasi.

“Agar implementasinya berkelanjutan dan memastikan berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga, maka TP PKK Jateng mengembangkan sebuah terobosan yaitu program Kapulaga,” ungkap istri Wakil Gubernur Jateng.

Melalui program tersebut, pelaku usaha akan mendapatkan pendampingan secara menyeluruh. Mulai dari asesmen kebutuhan, pelatihan, penguatan kualitas produk, legalitas usaha, pengemasan, pemasaran, hingga akses pembiayaan.

“Usaha peningkatan pendapatan keluarga harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan semua pihak, mulai asesmen kebutuhan, pembentukan kelompok, pelatihan, pendampingan standarisasi produk, pendampingan pengemasan, pemasaran, fasilitasi akses kredit, serta monitoring,” tutur Nawal.

Ia menjelaskan, Kapulaga merupakan kelompok usaha ekonomi produktif berbasis keluarga, yang dibangun dengan semangat kolaborasi dan saling memberdayakan. Tujuannya, meningkatkan kemandirian ekonomi dan pendapatan keluarga.

Program tersebut memiliki empat layanan utama, yakni pembentukan kelompok Kapulaga, pemberdayaan kelompok, pendampingan kelompok, dan pemantauan perkembangan usaha. Sasarannya, keluarga kurang mampu yang memiliki usaha produktif berbasis keluarga, baik sektor makanan dan minuman, fesyen, maupun kriya.

“Kelompok usahanya dapat dibentuk berdasarkan kumpulan individu atau wilayah tempat usaha, misalnya di tempat wisata, pasar, lingkungan pabrik, pusat perbelanjaan, atau area car free day, dan sebagainya,” jelas Nawal.

Ditambahkan, pelaksanaan Kapulaga akan melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah, Baznas, CSR perusahaan, perbankan, hingga perguruan tinggi, agar akses pemberdayaan ekonomi masyarakat semakin luas dan merata.

“Dengan demikian Kapulaga tidak hanya akan meningkatkan pendapatan, tetapi juga solidaritas serta keadilan dan pemerataan ekonomi, khususnya pada keluarga kurang mampu, baik di perkotaan maupun di pedesaan,” ujarnya.

Nawal mengatakan, Kapulaga mulai dikembangkan di Jawa Tengah tahun ini melalui sejumlah tahapan. Mulai dari penyusunan pedoman, sosialisasi, pembentukan kelompok usaha berdasarkan klaster, pelatihan dan inkubasi usaha, hingga pendampingan legalitas dan pemasaran produk.

Sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, program Kapulaga diharapkan dapat menjadi gerakan bersama dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di Jawa Tengah.

“Saya berharap kolaborasi berbagai pihak ini dapat mewujudkan inovasi atau terobosan dalam pemberdayaan usaha ekonomi keluarga dengan baik, sehingga meningkatkan pendapatan keluarga dan menyejahterakan kehidupan masyarakat,” pungkas Nawal. (At/Ul, Diskomdigi Jateng)

Terkini