Menko AHY Ajak Negara Asia Perkuat Ketahanan Kawasan di Tengah Krisis Global

Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:24:33 WIB

SERUMPUN.ID - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak negara-negara Asia memperkuat ketahanan kawasan melalui pembangunan berkelanjutan, kerja sama strategis, dan kepemimpinan jangka panjang di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik serta tekanan terhadap sistem bumi.

Hal itu disampaikan Menko AHY saat menjadi keynote speaker dalam pembukaan Ecosperity Week 2026 yang diselenggarakan Temasek di Singapura.

Dalam pidatonya, AHY menegaskan dunia saat ini menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari fragmentasi rantai pasok, krisis energi, kompetisi teknologi, hingga perubahan iklim ekstrem.

Ia menilai ketegangan di Selat Hormuz menjadi salah satu contoh rapuhnya sistem global saat ini dan menunjukkan bagaimana guncangan energi dapat dengan cepat berdampak lintas negara.

Meski demikian, AHY optimistis Asia tetap memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan baru dunia apabila mampu membangun ketahanan kawasan secara kolektif.

Menurutnya, pembangunan berkelanjutan tidak cukup hanya berhenti pada komitmen global, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata, investasi, dan kolaborasi lintas negara.

Pesan tersebut sejalan dengan peringatan ilmiah Professor Johan Rockström dalam Planetary Health Check pada rangkaian Ecosperity Week yang menyoroti tekanan serius terhadap stabilitas sistem bumi.

AHY juga menyinggung tema besar Ecosperity Week 2026, yakni Powered by Innovation, Driven with Intent.

Menurutnya, inovasi dan modal memang penting, tetapi arah kebijakan, konsistensi, dan keberpihakan dalam menjalankan transisi pembangunan menjadi faktor yang lebih menentukan.

Dalam kesempatan tersebut, AHY menegaskan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air menjadi fondasi utama pembangunan Indonesia saat ini.

Ia menekankan keberlanjutan tidak boleh dipandang sebagai agenda terpisah dari kebutuhan masyarakat sehari-hari.

AHY juga menyoroti sejumlah langkah konkret pemerintah Indonesia, termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-Siklon Senyar di Sumatera serta kick-off Giant Sea Wall Pantura sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pesisir dan perlindungan masyarakat dalam jangka panjang.

Menurutnya, Indonesia memiliki peran penting dalam membangun ketahanan kawasan melalui pembangunan infrastruktur adaptif, penguatan ketahanan pesisir, hingga pengembangan industri hijau.

Ia menilai negara-negara Asia perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keamanan energi, dan perlindungan terhadap masyarakat yang paling rentan terdampak krisis iklim.

Sementara itu, Chairman Temasek Holdings, Teo Chee Hean, juga menyoroti meningkatnya pengaruh dinamika geopolitik terhadap investasi, perdagangan, rantai pasok, dan stabilitas global.

Menurut Teo, Asia perlu memperkuat resiliensi kawasan tanpa kehilangan semangat kolaborasi dan keterbukaan.

Pesan tersebut sejalan dengan seruan AHY agar kawasan Asia tidak hanya mampu bertahan menghadapi ketidakpastian global, tetapi juga membangun masa depan yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan.

Terkini