“Financial Attitude dan Financial Knowledge sebagai Penentu Perilaku Keuangan Gen Z”

Selasa, 27 Januari 2026 | 18:54:51 WIB

SERUMPUN. ID - Fenomena meningkatnya penggunaan dompet digital, layanan paylater, dan transaksi non-tunai menunjukkan perubahan signifikan dalam perilaku keuangan Generasi Z. Kemudahan akses terhadap berbagai layanan keuangan tersebut mendorong keputusan finansial yang serba cepat dan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kecepatan dan kemudahan ini sering kali tidak diiringi dengan perencanaan keuangan yang matang. Dalam kajian manajemen keuangan, kondisi ini memperlihatkan bahwa perilaku keuangan Generasi Z perlu dipahami melalui keterkaitan antara sikap, pengetahuan, dan kebiasaan dalam mengelola keuangan.
Dalam kerangka teori perilaku keuangan, financial attitude dipahami sebagai faktor fundamental yang membentuk cara individu mengambil keputusan keuangan. Sikap yang memandang kemudahan kredit dan layanan paylater sebagai solusi jangka pendek cenderung mendorong perilaku konsumtif, sebagaimana dijelaskan dalam konsep present bias dan self-control theory. Fenomena ini terlihat pada Generasi Z yang sering memprioritaskan kepuasan saat ini dibandingkan perencanaan finansial jangka panjang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembentukan perilaku keuangan yang sehat perlu diawali dari penguatan sikap keuangan yang lebih bertanggung jawab.

Selain sikap, financial knowledge juga memainkan peran penting dalam membentuk perilaku keuangan Generasi Z di era digital. Akses informasi keuangan yang luas melalui media sosial dan platform digital membuat Generasi Z relatif familiar dengan konsep tabungan, investasi, dan pengelolaan risiko. Namun, realitas menunjukkan bahwa pemahaman tersebut belum selalu tercermin dalam praktik pengelolaan keuangan sehari-hari. Hal ini menegaskan bahwa pengetahuan keuangan perlu diinternalisasi agar mampu memengaruhi perilaku secara konsisten.

Dari perspektif manajemen, keterkaitan antara financial attitude, financial knowledge, dan financial management behavior menjadi kerangka penting dalam membaca tantangan keuangan Generasi Z masa kini. Perilaku keuangan yang sehat tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar akses dan informasi yang dimiliki, tetapi juga oleh sikap dan kebiasaan dalam mengelola keuangan. Oleh karena itu, pendidikan dan literasi keuangan perlu diarahkan pada pembentukan kesadaran dan disiplin jangka panjang, bukan sekadar peningkatan pengetahuan. Dengan pendekatan tersebut, Generasi Z diharapkan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi keuangan secara lebih bijak dan berkelanjutan.

SRI SETIAWATI
Mahasiswa Magister Manajemen
Sekolah Pascasarjana UNILAK

Terkini