“Financial Behavior Generasi Z di Era Layanan Keuangan Digital”

Selasa, 27 Januari 2026 | 15:54:16 WIB

SERUMPUN. ID - Perkembangan layanan keuangan digital merupakan fenomena kontemporer yang relevan untuk dianalisis dalam kajian manajemen keuangan dan perilaku keuangan. Dalam materi financial literacy dan financial behavior, dijelaskan bahwa kemampuan individu dalam mengelola keuangan sangat dipengaruhi oleh pemahaman konsep keuangan serta sikap dalam mengambil keputusan. Generasi Z sebagai pengguna dominan dompet digital, paylater, dan investasi berbasis aplikasi menunjukkan tingkat inklusi keuangan yang tinggi, namun tidak selalu diimbangi dengan kualitas perilaku keuangan yang memadai. Kondisi ini menegaskan bahwa literasi keuangan menjadi fondasi penting dalam membentuk perilaku keuangan yang rasional dan berorientasi jangka panjang.

Teori perilaku keuangan yang dikemukakan oleh Thaler dan Shefrin menjelaskan bahwa keputusan keuangan sering kali dipengaruhi oleh bias kognitif dan dorongan psikologis, bukan semata-mata pertimbangan rasional. Fenomena penggunaan paylater di kalangan Generasi Z mencerminkan adanya present bias, yaitu kecenderungan memprioritaskan kepuasan jangka pendek dibandingkan risiko jangka panjang. Paparan media sosial yang menormalisasi gaya hidup konsumtif turut memperkuat perilaku ini, sebagaimana dijelaskan dalam konsep social influence dalam behavioral finance. Dengan demikian, perilaku keuangan Generasi Z dapat dipahami sebagai hasil interaksi antara pengetahuan keuangan, faktor psikologis, dan lingkungan sosial.

Dalam perspektif manajemen, temuan ini menunjukkan perlunya pendekatan literasi keuangan yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga transformatif terhadap perilaku. Lusardi menegaskan bahwa literasi keuangan yang efektif harus mampu memengaruhi cara individu mengelola anggaran, utang, dan investasi secara nyata. Upaya regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan melalui program literasi nasional perlu terus diarahkan pada pembentukan kebiasaan finansial yang sehat, khususnya bagi Generasi Z. Dengan mengaitkan teori keuangan dan fenomena empiris, mahasiswa manajemen memiliki peran strategis dalam menyuarakan opini berbasis keilmuan untuk mendorong perilaku keuangan yang lebih bertanggung jawab di era digital.
Pada akhirnya, cara Generasi Z mengelola keuangan hari ini akan menentukan kualitas kehidupan mereka di masa depan. Melalui opini yang berlandaskan keilmuan, mahasiswa manajemen memiliki tanggung jawab moral untuk mengajak publik berpikir lebih kritis, agar kemudahan teknologi keuangan tidak menjelma menjadi beban finansial, melainkan menjadi jalan menuju kemandirian dan kesejahteraan yang berkelanjutan.
________________________________________
Rina Fitriana
Mahasiswa Magister Manajemen
Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning

Terkini