Riau Perkuat Kompetensi Bendahara Jelang Operasionalisasi KDKMP

Senin, 19 Oktober 2026 | 17:54:53 WIB

PEKANBARU - Mengasah kompetensi bendahara merupakan bagian penting untuk memastikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mampu menjalankan operasional secara profesional dan bertanggung jawab. Sebab bendahara dituntut tidak hanya memiliki pengalaman, tetapi juga mempunyai kemampuan terukur dan dibuktikan melalui sertifikasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi bendahara KDKMP merupakan keharusan mengingat besarnya tanggung jawab yang melekat pada jabatan tersebut. Sertifikasi diperlukan untuk memastikan setiap bendahara memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar pengelolaan keuangan koperasi.

"Pelatihan ini diwajibkan dan berbasis sertifikasi kompetensi karena tanggung jawab bendahara itu besar. Kompetensi tidak cukup hanya dari pengalaman kerja atau pendidikan formal, melainkan harus diuji dan dibuktikan secara terukur melalui sertifikasi resmi," ujarnya di Pekanbaru, Senin (19/10/2026).

Dijelaskan, peran KDKMP ke depan akan semakin luas seiring dengan pengembangan berbagai aktivitas ekonomi di desa dan kelurahan. Koperasi tidak hanya diarahkan untuk menjalankan kegiatan simpan pinjam, tetapi juga masuk ke sektor riil serta mendukung penyaluran kredit yang dapat menggerakkan perekonomian masyarakat.

"KDKMP ke depan tidak hanya bergerak di simpan pinjam, tetapi juga sektor riil serta penyaluran kredit untuk menggerakkan perekonomian desa," jelasnya.

Dengan cakupan usaha yang semakin luas, ia menegaskan bahwa pengelolaan keuangan KDKMP harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Setiap transaksi serta penggunaan dana harus dapat dipertanggungjawabkan kepada anggota melalui mekanisme organisasi koperasi, termasuk dalam rapat anggota tahunan.

"Pengelolaan keuangannya wajib transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan pada rapat anggota tahunan," tegasnya.

Sekda Syahrial Abdi juga mengingatkan peserta untuk memanfaatkan pelatihan sebagai momentum meningkatkan kapasitas sekaligus menunjukkan keseriusan dalam menjalankan amanah sebagai bendahara. Menurutnya, tantangan ekonomi dan lapangan kerja saat ini membuat kesempatan menjadi bagian dari pengelolaan KDKMP harus disikapi sebagai sebuah kepercayaan.

"Di tengah situasi ekonomi dan lapangan kerja yang penuh tantangan, Bapak Ibu adalah orang-orang terpilih. Cara terbaik mensyukurinya adalah dengan mengikuti pelatihan ini secara sungguh-sungguh hingga dinyatakan LULUS uji kompetensi," ungkapnya.

Selain peningkatan kapasitas individual, ia mendorong para bendahara membangun jejaring komunikasi lintas koperasi di seluruh Provinsi Riau. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, praktik baik, sekaligus membahas persoalan yang dihadapi dalam menjalankan tugas di masing-masing KDKMP.

"Gunakan kesempatan ini untuk saling berkenalan. Buatlah grup komunikasi antar-bendahara se-Provinsi Riau. Jika ada best practice atau kendala di satu koperasi, bisa saling berbagi (sharing) dan dicarikan solusinya bersama," imbaunya.

Ia menilai jejaring antarbendahara dapat menjadi salah satu instrumen untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan teknis di lapangan. Dengan komunikasi yang aktif, pengalaman maupun solusi dari satu koperasi dapat menjadi pembelajaran bagi koperasi lainnya sehingga tidak setiap daerah harus menghadapi persoalan secara sendiri-sendiri.

Sekda Riau Syahrial Abdi berharap proses pelatihan dan sertifikasi dapat menghasilkan bendahara yang memiliki pemahaman kuat mengenai prinsip tata kelola koperasi, pengelolaan keuangan, serta tanggung jawab profesi. Kompetensi tersebut menjadi modal penting menjelang operasionalisasi KDKMP secara lebih luas di Provinsi Riau.

"Kepada lembaga pelatihan dan para asesor, kami titipkan para peserta kita ini untuk dibina dan diuji dengan baik. Mari kita songsong operasionalisasi KDKMP di Riau dengan penuh optimisme dan sinergi bersama," pungkasnya.

Terkini